Laporan Kegiatan Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi negeri Badan Hukum Tahun 2025

Bagikan:

Dalam lanskap pendidikan tinggi yang terus berkembang dinamis, tuntutan terhadap kualitas akademik yang terukur dan berstandar global menjadi sebuah keniscayaan bagi universitas-universitas di Indonesia. Sebagai respons strategis terhadap tantangan tersebut, Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTN-BH) kembali menggelar forum tertingginya. Pada tahun 2025, Universitas Sriwijaya (UNSRI) bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan Sidang Paripurna MSA PTN-BH yang berlangsung khidmat dan produktif di Hotel Aryaduta, Palembang, pada tanggal 13 hingga 15 November 2025.

Kegiatan ini mengusung tema sentral “Akselerasi Mutu Perguruan Tinggi melalui Akreditasi Nasional dan Internasional”. Pemilihan tema ini didasari oleh urgensi untuk memperkuat peran strategis Senat Akademik dalam mendorong budaya mutu, menyelaraskan sistem akreditasi nasional dengan standar internasional, serta merumuskan rekomendasi kebijakan strategis guna penguatan pendidikan tinggi di Indonesia. Forum ini dihadiri oleh 151 delegasi yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat Akademik dari 20 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di seluruh Indonesia, yang berkumpul untuk menyatukan visi dalam tata kelola akademik yang akuntabel.

Latar Belakang dan Urgensi Kegiatan

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya berfokus pada pengajaran semata, melainkan juga pada mutu yang diakui secara global. Akreditasi, baik yang berskala nasional melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), maupun akreditasi internasional, merupakan instrumen vital dalam pengukuran kualitas tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya, proses akreditasi kerap menghadapi kendala institusional, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga kesenjangan pemahaman di antara pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, Sidang Paripurna ini dirancang tidak hanya sebagai pertemuan seremonial, tetapi sebagai forum dialektika untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan akreditasi serta merumuskan gagasan strategis dalam sinkronisasi akreditasi nasional dan internasional. Rangkaian kegiatan ini sebenarnya telah dimulai sejak tahap Pra-Sidang pada tanggal 30 Oktober 2025 yang dilaksanakan secara daring, di mana para peserta telah melakukan pemetaan masalah dan diskusi awal mengenai tantangan tata kelola perguruan tinggi.

Pelaksanaan Sidang Paripurna: Diskusi Strategis dan Kebijakan Mutu

Agenda utama Sidang Paripurna dilaksanakan pada hari Jumat, 14 November 2025. Acara dibuka secara resmi dengan laporan dari Ketua Panitia dan sambutan pembukaan oleh Ketua MSA PTN-BH periode 2025, Prof. Dr. dr. Yoni F. Syukriani, Sp.FM(K), M.Si DFM. Dalam sesi pembukaan ini, nuansa budaya Sumatera Selatan sangat terasa melalui persembahan Tari Gending Sriwijaya dan prosesi pemasangan “Tanjak” oleh Rektor UNSRI kepada 24 Ketua Senat Akademik Universitas PTN-BH sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan.

Inti dari sidang ini terletak pada sesi pemaparan materi yang menghadirkan narasumber-narasumber kompeten di bidang kebijakan pendidikan tinggi.

    • Perspektif Kebijakan Nasional: 

Sesi materi dibuka dengan pembahasan mengenai kebijakan akreditasi terbaru terkait Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) yang disampaikan oleh Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT, Prof. rer.nat. Imam Buchori, S.T.. Beliau menekankan bahwa akreditasi tetap menjadi mekanisme utama penjaminan mutu sesuai undang-undang, di mana Program Studi dan Perguruan Tinggi wajib terakreditasi untuk dapat meluluskan mahasiswa. Poin krusial yang dibahas adalah risiko pencabutan izin jika institusi tidak mengajukan akreditasi dalam satu tahun sejak aturan berlaku, serta masa transisi tugas akreditasi dari BAN-PT ke LAM yang sedang disiapkan.

    • Praktik Baik (Best Practices) dari PTN-BH

Forum juga membedah strategi internal universitas dalam mencapai standar mutu global. Wakil Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo, M.Sc., Ph.D., memaparkan strategi UI dalam bertransformasi dari teaching culture menuju research culture. Beliau menyoroti pentingnya penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang melampaui standar nasional (SN Dikti) serta integrasi sistem digital sebagai kunci keberhasilan akreditasi.Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menekankan pentingnya benchmarking penjaminan mutu berbasis standar internasional seperti QS dan THE World University Ranking, serta kriteria lembaga akreditasi internasional (seperti ASIIN, AQAS, AUN-QA). Paparan ini memberikan wawasan praktis bagi anggota MSA mengenai bagaimana menerjemahkan standar global ke dalam kebijakan internal kampus.

Diskusi yang berkembang dalam sesi tanya jawab menyoroti isu-isu krusial, seperti legalitas lulusan dari LAM swasta, harmonisasi standar SKS dengan jam kerja internasional, serta tantangan pendanaan dalam mengundang dosen asing untuk memenuhi standar akreditasi internasional. Hal ini menunjukkan tingginya atensi para anggota senat terhadap detail implementasi kebijakan di lapangan.

Regenerasi Kepemimpinan MSA PTN-BH

Selain aspek akademik, Sidang Paripurna ini juga memiliki agenda strategis organisatoris, yaitu pemilihan pimpinan baru MSA PTN-BH. Melalui rapat tertutup yang dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Senat Akademik Universitas PTN-BH, forum menyepakati regenerasi kepemimpinan untuk periode berikutnya.

Berdasarkan musyawarah mufakat, Prof. Dr. Syafrizal Sy dari Universitas Andalas (UNAND) terpilih sebagai Ketua MSA PTN-BH yang baru, didampingi oleh Prof. Dr. Yadi Ruhyadi, M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai Wakil Ketua/Sekretaris.

Rapat pimpinan ini juga menghasilkan beberapa keputusan strategis terkait kelembagaan, antara lain:

  • Penyusunan AD/ART 

Forum menyepakati urgensi penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang formal untuk kemudian diproses legalitasnya melalui notaris.

  • Kesekretariatan

Muncul wacana pembentukan sekretariat tetap untuk mendukung keberlanjutan organisasi, dengan opsi sekretariat yang melekat pada institusi (bukan personel) guna menjaga stabilitas administrasi.

  • Agenda Masa Depan

Disepakati bahwa pertemuan MSA PTN-BH selanjutnya akan dilaksanakan di Universitas Airlangga (UNAIR) pada awal tahun 2026, dengan fokus bahasan menanggapi Rancangan Undang-Undang (RUU) yang relevan dengan PTN-BH.

Diplomasi Budaya dan Jejaring

Di luar agenda persidangan yang padat, kegiatan ini juga menjadi ajang diplomasi budaya dan penguatan jejaring antar-pimpinan universitas. Panitia penyelenggara UNSRI menyuguhkan “Malam Pentas Seni” yang menampilkan lakon nusantara “Siti Zubaidah” oleh Teater Nusantara, memberikan warna tersendiri bagi para delegasi. Selain itu, kegiatan City Tour yang meliputi wisata belanja kain songket dan kunjungan ke Rumah Limas menjadi sarana promosi kekayaan budaya lokal Palembang kepada para akademisi dari seluruh penjuru nusantara.

Kesimpulan

Sidang Paripurna MSA PTN-BH Tahun 2025 di Universitas Sriwijaya telah berhasil menjadi katalisator bagi penguatan komitmen mutu perguruan tinggi negeri badan hukum di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan pergantian kepemimpinan yang demokratis, tetapi lebih jauh lagi, berhasil merumuskan rekomendasi kebijakan yang substantif mengenai sinkronisasi akreditasi nasional dan internasional.

Melalui forum ini, ditegaskan kembali bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan sebuah instrumen strategis untuk meningkatkan reputasi, akuntabilitas, dan daya saing lulusan di kancah global. Kolaborasi yang terjalin antar-senat akademik dalam wadah MSA PTN-BH diharapkan dapat terus mendorong transformasi pendidikan tinggi Indonesia menuju World Class University, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal dan integritas akademik yang tinggi. Estafet kepemimpinan yang kini dipegang oleh Universitas Andalas dan UPI, serta rencana pertemuan selanjutnya di Universitas Airlangga, menandakan keberlanjutan sinergi yang kokoh di antara perguruan tinggi terbaik di Indonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top